Sabtu, 16 Januari 2021

Motivasi Influencer

Influencer berasal dari kata Influence berarti pengaruh. Jadi influencer itu orang yang bisa memberikan pengaruh yang baik kepada orang lain, kepada lingkungannya dan bisa membuat orang lain terinspirasi untuk berubah disertai dengan totalitas kehidupan. 
Mahatma Gandhi seorang negarawan besar, sedang duduk-duduk di rumahnya yang sangat sederhana. Seorang ibu datang bersama anaknya dan berkata, “anak saya ini makan permen terus, tolong nasehati supaya anak saya ini tidak makan permen”. Mahatma Gadhi tidak ngomong apapun lalu dia bilang “ silahkan ibu datang tiga hari lagi”. Si ibu kaget minta nasehat malah disuruh pulang lagi. Tiga hari kemudian si ibu dan anaknya datang lagi. Si ibu berkata, “saya sudah tiga hari bingung di rumah karena disuruh pulang lagi, tapi tolonglah nasehati anak saya supaya anak saya tidak makan permen lagi”. Maka Mahatma Ghandi mengatakan, “nak mulai sekarang kamu jangan makan permen”. 
        Kenapa ibu ini datang ke Mahatma Ghandi. Karena ibu ini tahu Mahatma Ghandi memiliki pengaruh yang sangat besar. Si ibu bertanya lagi kepada Mahatma Ghandi “kenapa kamu tidak mengatakan dari awal saja, nak jangan makan permen. Kenapa saya harus menunggu tiga hari”. Kata Mahatma Ghandi, “tiga hari yang lalu saya tidak mengatakan kepada anak ibu untuk jangan makan permen, karena saya sendiri masih makan permen. Sekarang setelah tiga hari kemudian saya tidak makan permen, maka saya berani mengatakan jangan makan permen”. 
          Pengaruh dari sosok saja tidak cukup, tapi pengaruh harus ditunjukkan dari satu contoh yang baik atau teladan. Salah satu contoh yang lain, di dalam film Titanic, ketika kapal tenggelam lampunya masih menyala. Setelah diperiksa ternyata ada seorang supervisor yang menggerakkan sekitar 20 engineer dan mengatakan ayo kita nyalakan mesin ayo kita nyalakan mesin. Karena kapal dengan mesin menyala, lampunya tetap terang benderang dan proses evakuasi bisa tetap berlangsung. Dan kapal tersebut tenggelam dengan lampu yang masih menyala dan supervisor beserta 20 engineernya meninggal disana. Mengapa demikian? Karena supervisornya mempunyai pengaruh yang mampu menggerakkan orang lain dan dia terlibat disana. Karena banyak orang lain yang mempengaruhi orang lain tapi dia tidak ada di sana, dia bisa mempengaruhi orang lain tapi dia tidak melakukan, dia hanya menyuruh saja tapi dia tidak terlibat di dalamnya. 
        10 ciri influencer sebagai berikut: 
1) berkata-kata yang membangun, bukan memanas-manasi bukan membuat orang menjadi marah tapi kata-katanya membuat orang terinspirasi, termotivasi, tercerahkan, kata-katanya membuat orang menjadi ingin melangkah, kata-katanya membuat orang menjadi terbakar ingin berbuat sesuatu yang baik, 2) Mempunyai talenta, bakat, kompetensi yang teruji dan sudah terbukti, 3) memiliki kehidupan totalitas, termasuk latar belakang dia dibelakang publik, 4) terus bertumbuh dibidangnya, 5) Ketika dia berbagi orang lain tidak tahu., 6) Tulus, apa yang dilakukannya tidak ada maksud lain kecuali ingin berbuat kebaikan, 7) Memiliki ciri khas perilaku dan penampilan, 8) Siap menderita dan hidup di dalam penderitaan dan dia bisa melewatinya, 9) Bisa dipercaya, 10) Kehadirannya disukai. Menjadi seorang yang berpengaruh bukanlah puncak tujuan. Tetapi menjadi seorang yang berpengaruh adalah proses terus menerus yang kita lakukan yang kita alami setiap hari . Tidak gampang menyandang gelar sebagai seorang influencer. Mengapa ada orang yang tidak bisa mempengaruhi orang lain? 1) Tidak tahu caranya, 2) Terlalu dominan, 3) Kehidupannya terlalu nyaman, 4) Tidak menjalankan aktivitas spiritualnya dengan baik, 5) Tidak luwes di dalam pergaulan. Semoga kita semua bisa menjadi influencer

 Inspirasi motivasi dari Bapak Parlindungan Marpaung

Motivasi Kebanggaan

Apa yang kita banggakan dalam hidup ini? Apakah jabatan? Apakah pekerjaan ataukah kekayaan? Semua itu akan sirna. Banggalah karena kita punya potensi. Banggalah karena kita punya sang pencipta yang mempunyai rencana hidup kita. Banggalah karena kita punya karakter yang unggul. Ketika kita bangga terhadap sesuatu, maka kita bisa mempertanggungjawabkan kebanggakan tersebut. Itu sebabnya dengan karakter yang unggul kita bisa bangga membangun negeri ini. Banggalah karena kita disiplin. Banggalah karena kita bisa melakukan hal-hal kecil tapi bermakna. Banggalah karena kita tepat waktu. Banggalah karena kita taat kepada aturan dan banggalah karena kita bisa memberi dan melayani. Inilah pribadi yang unggul 

Inspirasi motivasi dari Bapak Parlindungan Marpaung

Adab Murid Kepada Gurunya

10 Adab Murid Kepada Gurunya Dalam proses pembelajaran, murid membutuhkan orang alim atau yang umum disebut dengan guru, ustadz, atau kiai. Murid dan orang alim perlu berinteraksi. Oleh karena itu ada adab-adab tertentu yang harus diperhatikan seorang murid terhadap gurunya sebagaimana dinasihatkan oleh Imam al-Ghazali dalam risalahnya berjudul al-Adab fid Din 
Pertama, mendahului beruluk salam. Seorang murid hendaknya mendahului beruluk salam kepada guru. Hal ini sejalan dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim bahwa yang kecil memberi salam kepada yang besar. 
Kedua, tidak banyak berbicara di depan guru. Banyak berbicara bisa berarti merasa lebih tahu dari pada orang-orang di sekitarnya. Apa bila hal ini dilakukan di depan guru, maka bisa menimbulkan kesan seolah-seolah murid lebih tahu dari pada gurunya. Hal ini tidak baik dilakukan kecuali atas perintah guru. 
Ketiga, bila guru berdiri, murid sebaiknya lekas berdiri juga. Hal ini tidak hanya penting barangkali guru memerlukan bantuan, misalnya uluran tangan agar segera bisa tegak berdiri, tetapi juga merupakan sopan santun yang terpuji. Demikian pula jika guru duduk sebaiknya murid juga duduk. 
Keempat, ketika guru memberikan suatu penjelasan yang berbeda dengan apa yang pernah dijelaskan oleh orang lain, sebaiknya murid tidak langsung menyangkal penjelasan guru. Sebaiknya murid meminta izin terlebih dahulu untuk menyampaikan pendapat orang lain yang berbeda. Jika guru berkenan, murid tentu boleh menyampaikan hal itu. 
Kelima, dalam majlis ta’lim atau kegiatan belajar mengajar di kelas, murid hendaknya bertanya kepada guru ketika ada hal yang belum jelas. Hal ini tentu lebih baik daripada bertanya kepada teman di sebelahnya. Lebih memilih bertanya kepada teman dan bukannya langsung kepada guru bisa membuat perasaan guru menjadi kurang nyaman. 
Keenam, tidak mengumbar senyum ketika berbicara kepada guru. Guru tidak sama dengan teman, dan oleh karenanya tidak bisa disetarakan dengan teman. Seorang murid harus memosisikan guru lebih tinggi dari teman sendiri sehingga ketika berbicara dengan guru tidak boleh sambil tertawa atau bersenyum yang berlebihan. 
Ketujuh, tidak menunjukkan secara terang-terangan karena perbedaan pendapat dengan guru. Bisa saja seorang murid memiliki pendapat yang berbeda dengan guru. Jika ini memang terjadi, murid tidak perlu mengungkapkannya secara terbuka sehingga diketahui orang banyak. Lebih baik murid meminta komentar sang guru tentang pendapatnya yang berbeda. Cara ini lebih sopan dari pada menunjukkan sikap kontra dengan guru di depan teman-teman. 
Kedelapan, tidak menarik pakaian guru ketika berdiri. Ketika guru hendak berdiri dari posisi duduk mungkin ia membutuhkan bantuan karena kondisinya yang sudah agak lemah. Dalam keadaan seperti ini, murid jangan sekali-kali menarik baju guru dalam rangka memberikan bantuan tenaga. Ia bisa berjongkok untuk menawarkan pundaknya sebagai tumpuan untuk berdiri; atau sesuai arahan guru. 
Kesembilan, tidak menanyakan suatu masalah di tengah perjalanan hingga guru sampai di rumah. Jika ada suatu hal yang ingin ditanyakan kepada guru, terlebih jika itu menyangkut pribadi guru, tanyakan masalah itu ketika telah sampai di rumah. Tentu saja ini berlaku terutama kalau perjalanan dengan menaiki kendaraan umum. 
Kesepuluh, tidak banyak mengajukan pertanyaan kepada guru ketika guru sedang lelah. Dalam keadaan guru sedang lelah, seorang murid hendaknya tidak mengajukan banyak pertanyaan yang membutuhkan jawaban pelik, misalnya. Dalam hal ini dikhawatirkan guru kurang berkenan menjawabnya sebab memang sedang lelah sehingga membutuhkan istirahat untuk memulihkan stamina. Jika diringkas, maka pada intinya adalah seorang murid hendaknya berlaku hormat kepada guru baik dalam sikap ataupun menjaga lisan.

Motivasi Ego = 1: Pengetahuan

Albert Einstein mengatakan bahwa ego adalah hasil bagi antar satu dengan knowledge. Makin besar knowledge/pengetahuan dan wawasannya seseorang maka semakin kecil egonya, sebaliknya semakin kecil pengetahuan dan wawasan seseorang maka semakin besar egonya. Berarti siapakah orang yang egois yang suka mementingkan diri sendiri? Albert Einstein mengatakan bahwa mereka yang tidak mempunyai pengetahuan, yang wawasannya sempit, yang tidak mengerti lingkungannya sehingga mereka selalu membawa pembenaran kepada diri sendiri. Bagaiman caranya menurunkan ego kita? Perbanyak informasi, perbanyak pengetahuan, perluas wawasan, bergaul dengan banyak orang, sehingga kita bisa menahan diri sebelum merespon, bisa menahan diri sebelum memberikan dampak kepada lingkungan kita. Kita menjadi lebih tenang, kita lebih menguasai diri dan kita lebih mementingkan kepentingan orang lain dari pada diri kita sendiri. Pengetahuan yang benar tentang sang pencipta, iman yang benar, relasi yang baik serta silaturahmi yang baik karena di dalamnya itu ada wawasan membuat kita semakin rendah hati dan tidak egois. 

Inspirasi motivasi dari Bapak Parlindungan Marpaung

Rabu, 04 September 2013

Jurnal Ke 3 Geogerbra

Rabu, 4 September 2013 Pukul 23.10 saya baru mulai mengerjakan jurnal ke 3 Geogebra. Saya baru bisa mengerjakan tugas setelah anak-anaj tidur, karena tugas-tugas dari diklat online membutuhkan konsentrasi penuh. Ada beberapa tugas yang belum saya selesaikan yaitu tugas pra diklat dan aktifitas 2 membuat video pembelajaran. Program Camtasia sudah di download tapi saya masih belum bisa cara menggunakannya. Tugas Geogebra pun menunggu, aktifitas 1 membuat gambar sederhana. Aktifitas 2 menghitung luas daerah yang diarsir dengan menggujnakan program geogebra. One by one, sekarang mau bikin jurnalnya dulu 
    Pada pembelajaran matematika banyak teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran, baik perangkat keras maupun perangkatlunak. Salah satu perangkat lunak yang cukup potensial dimanfaatkan adalah GeoGebra. Geogebra merupakan salah satu software bantu yang cukup lengkap dan digunakan secar luas. Nama GeoGebra merupakan kependekan dari geometry (geometri) dan algebra (aljabar). Gebra pertama kali dikembangkan oleh Markus Hohenwartere dari Austria dan dirilis sebagai perangkat lunak opensource sehingga dapat dimanfaatkan secara gratis dan bebas untuk dikembangkan.        Beberapa kelebihan dari aplikasi GeoGebra adalah: 
1. Mudah digunakan 
2. Fitur yang cukup lengkap untuk pembelajaran matematika 
3. Mendukung platform web 
4. Mendukung beragam sistem opera 
5. Tersedia dalam berbagai bahasa 
6. Gratis Dalam pembelajaran, 
GeoGebra dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, misalnya: 1. Membuat dokumen terkait pembelajaran matematika, misalnya untuk penyiapan bahan ajar, modul belajar, makalah, bahan presentasi dll. 2. Membuat media pembelajaran atau alat bantu pengajaran matematika. 3. Membuat lembar kerja digital dan interaktif 4.Menyelesaikan atau mem-verifikasi permasalahan matematika. Dalam hal ini dapat dimanfaatkan untuk mengecek jawaban soal. Dalam praktek, GeoGebra dapat digunakan secara mandiri (artinya tanpa aplikasi lain) atau dapat juga dikombinasikan dengan aplikasi yang lain

Selasa, 03 September 2013

Jurnal hari ke 2 PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI SUMBER REFERENSI KARYA TULIS ILMIAH

Rabu, 4 september 2013

Berpacu dengan waktu, tugas diklat online selalu mengejarku. Saya semakin tertantang untuk segera menyelesaikannya. Bangun dari pukul 3 dan sampai saya selesaikan jurnal ini saya belum pejamkan mata. Semangat!!

Saat ini guru dituntut untuk dapat membuat karya ilmiah sebagai bagian dari pengembangan keprofesian berkelanjutan. Dengan penyusunan karya ilmiah diharapkan guru dapat selalu memperbarui wawasan dan pengetahuan sehingga dapat terus memperbaiki kualitas
pembelajaran dan pengajaran. Dalam pembuatannya, salah satu komponen penting dalam penyusunan karya ilmiah adalah mencari referensi.

Terkait dengan penulisan sebuah karya ilmiah, informasi yang digunakan sebagai rujukan harus merupakan informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga ketika menulis sebuah karya ilmiah dan rujukan informasinya mengambil dari Internet maka sumber tersebut harus betul-betul dievaluasi sebelum dikutip dan dituliskan dalam daftar pustaka.

Untuk mengevaluasi sumber informasi dari Internet kita dapat menggunakan beberapa kriteria untuk menentukan apakah informasi tersebut layak untuk digunakan atau tidak.
Diantara beberapa kriteria ini yang cukup luas dipakai adalah 5 kriteria yang dikenal dengan AAOCC, kependekan dari Authority, Accuracy, Objectivity, Currency, dan Coverage.

1. Otoritas (Authority) 
Halaman web dapat dibuat oleh siapa saja dengan mudah dan cepat hal ini memungkinkan banyaknya informasi yang dipublikasikan oleh orang atau lembaga yang tidak memiliki
keahlian di bidangnya.
2. Akurasi (Accuracy)
Informasi yang datang dari dari berbagai sumber harus dapat dipastikan akurasinya. Untuk beberapa informasi yang penting dapat dilakukan pengecekan ulang terhadap informasi
sejenis apakah memiliki kesamaan atau bahkan bertolak belakang.
3. Objektifitas (Objectivity)
Penulis atau pihak yang mempublikasi informasi tentu saja memiliki agenda dan kepentingan tersendiri terhadap informasi yang dipublikasikan. Jika pihak pemublikasi
merupakan penjual sebuah produk maka tentu ia berkepentingan untuk membuat produknya laku sehingga informasi yang dikeluarkan sangat mungkin tidak objektif
4. Kekinian (Currency)
Dalam dunia yang serba cepat berubah ini informasi harus dipastikan up-to-date. Informasi memiliki masa kadaluwarsa sehingga jika informasi sudah melampaui masa kadaluwarsa
ini ia dapat dianggap sebagai sudah tidak relevan.
5. Cakupan (Coverage)
Kita memiliki kebutuhan untuk mendapatkan informasi tertentu yang tidak kita ketahui. Untuk itu perlu dipastikan bahwa informasi yang kita peroleh dapat memenuhi kebutuhan itu. Perlu dipertimbangkan juga untuk membandingkan informasi yang membahas topik serupa dari sumber-sumber yang lain. Secara umum kita dapat mengevaluasi cakupan informasi tersebut dari pertanyaan 5W1H (who, what, when, where, why and how).

Google Scholar merupakan salah satu layanan dalam Google yang sangat bermanfaat dalam membuat karya ilmiah karena menyediakan literature ilmiah dari berbagai disiplin ilmu baik yang berupa buku, abstrak, maupun artikel. Literatur ilmiah sifatnya lebih dapat dipertanggungjawabkan jika digunakan untuk referensi penulisan karya tulis ilmiah dibandingkan artikel-artikel lain yang umumnya belum direview

Jurnal 1 Pengenalan Sistem E Learning PPPPTK Matematika

Jurnal 1 PENGENALAN SISTEM E - TRAINING PPPPTK MATEMATIKA Senin, 2 September 2013 Diklat online di PPPPTK sangat mengasyikkan dan penuh tantangan. Untuk mengakses informasi dalam sebuah sistem E Training, user harus melakukan login terlebih dahulu dengan menggunakan Username/nama pengguna dan pastword yang diberikan oleh admin sistem Berkali-kali gagal untuk login, tapi saya tetap semangat. Setelah berhasil login, saya memperbaharui data pribadi saya. Mengganti pasword yang mudah untuk diingat. Setelah berhasil login dan telah di assign atau di daftar oleh Admin E Training ke kursus saya klik grup angkatan 1 dan saya dapat mengakses konten materi kursus dari E Training ini dan kita juga dapat mendownloadnya dengan gratis. Salah satu aktifitas pada sistem E Training PPPPTK juga ada forum diskusi khusus terkait konten. Kita dapat berperan aktif  untuk bertanya, memberikan jawaban, komentar atau ide dalam forum ini. Karena aktifitas di forum diskusi menjadi salah satu komponen penilaian Selama pelaksanaan diklat onlien, ada beberapa tugas yang harus dikerjakan oleh peserta . Tugas yang diberikan ada yang dalam bentuk mengunggah file di forum dan ada yang mengunggah di file tunggal Senin malam pukul 22.00 saya mengikuti pre test. Soalnya lumayan susah dan belum bisa menjawab dengan maskimal karena waktu yang disediakan hanya 45 menit. Tapi saya tetap semangat! http://edukasi.kompasiana.com/2013/09/04/jurnal-1-pengenalan-sistem-e-training-pppptk-matematika